Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:10:59 am

Asrul Sani Bantah Pembangunan Gedung RSIK Rp29 M Gunakan PL

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur,  Asrul Sani (kiri) dan Ketua Baznas Lotim H. Rawitah (kanan) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur, Asrul Sani (kiri) dan Ketua Baznas Lotim H. Rawitah (kanan)

LOTIM - Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur Asrul Sani, selaku pihak pembina Yayasan Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) membatah dengan adanya pernyataan ketua yayasan RSIK H.Rawitah, yang mengatakan menggunakan penunjukan langsung kontraktor pelaksana pembangunan gedung RSIK.

"Kok di PL (Penunjukan Langsung) kan gemana. Pekerjaan itu kita kontrak dengan pemborong (yayasan kontrak PT.DIO) hanya itu kontraknya, bukan PL, apa yang di PL kan, pekerjaan itu satu kontrak dengan PT.Dio saja, selebihnya kalau kemudian ada perusahaan lain yang bekerja di sana itu lain soal dan itu urusan PT.Dio," tegas Asrul Sani, di Selong, Selasa kemarin.

Asrul Sani menjelaskan bahwa pada proses awal lalu pihaknya mengakui banyak perusahaan yang mendaftar untuk dapat mengerjakan gedung RSIK, akan tetapi dalam seleksi hanya PT.Dio yang mampu dan layak untuk mengerjakan proyek gedung RSIK tersebut.

"Penentuan PT.Dio selaku kontraktor pelaksana oleh yayasan dirasa tidak menjadi persoalan oleh pihak yayasan, karena dalam progres ini tidak menggunakan anggaran APBD melainkan menggunakan dana zakat murni, begitu pula dalam proses lelang proyek tidak perlu melalui Unit Lelang Proyek (ULP)," katanya.

Sementara itu, lanjut Asrul, kaitan dengan pembayaran hasil capaian progres pekerjaan kontraktor, pihak pembina yayasan RSIK mengakui sampai dengan saat ini hanya baru bisa membayar termin pertama saja, selebihnya akan dilunasi pada Februari 2018 setelah bangunan fisik gedung RSIK rampung.

"Kenapa sampai dengan saat ini kami pihak yayasan hanya baru membayar termin pertama kepada pihak kontraktor, karena hanya termin pertama yang diajukan untuk dibayarkan oleh pihak kontraktor, akan tetapi apabila kontraktor mengajukan termin lagi ya tentu kita akan bayarkan," ucapnya.

Menyinggung soal bantuan dana dari Bazda dikatakan oleh Asrul Sani, dana itu bukan bantuan, akan tetapi Bazda telah mempercayai yayasan ini untuk pengelola dana zakat.

"Sebenarnya yasan ini milik Bazda Kabupaten Lombok Timur, sehingga apabila yayasan ini tidak mampu mengelola RSIK maka negara boleh mengambilnya. Selain itu juga yayasan ini adalah milik umat islam dan organisasi di lotim. Yayasan ini bukan merupakan milik pribadi bapak bupati dan bapak dokter," pungkasnya.

(mn-13/r3)

^ KEMBALI KE ATAS