Menu
Selasa, 24 April 2018 | 8:53:04 pm

Mau Curhat Tiga Hal ini, Raja Batu Cs Merasa Dikecewain Dewan Lobar

Abdul Hafidz alias Raja Batu (kanan) bersama gabungan LSM di Lobar saat mendatangi kantor DPRD Lobar, tidak ada satu pun wakil rakyat di tempat Abdul Hafidz alias Raja Batu (kanan) bersama gabungan LSM di Lobar saat mendatangi kantor DPRD Lobar, tidak ada satu pun wakil rakyat di tempat

LOBAR - Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lombok Barat (Lobar) mencium aroma dugaan penggelembungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dugaan jual beli proyek dana aspirasi dewan, serta menyoroti kesemrawutan tata kota kabupaten yang bermoto "Patut Patuh Patju".

Tiga poin aspirasi tersebut yang akan disampaikan kepada wakil rakyat di DPRD Lobar oleh gabungan LSM yang dikomandoi Abdul Hafidz itu, diungkapkan kepada wartawan saat mendatangi kantor DPRD Lobar untuk curhat atau hearing, pada Jumat (23/3/2018). Namun sayang, tidak satu pun perwakilan rakyat berada ditempat, karena sedang keluar daerah kunjungan kerja (kunker).

Abdul Hafidz yang dikenal sebagai Raja Batu itu, mengaku sangat kecewa karena tidak ada satu pun anggota dewan yang ada ditempat. "Semestinya tidak semua pergi kunker, karena sebelumnya kita sudah beri tau terlebih dahulu," ungkap Raja Batu dengan nada kesal.

Ini, lanjut Raja Batu, anomali kekuasaan yang di katakan berkali-kali. Para wakil rakyat ini tidak satu pun ada ditempat dan ini sangat melukai rasa keadilan.

Ditambahkan Munawir, salah satu rekan Raja Batu, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap para wakil rakyat yang menurutnya tidak menyikapi keinginan masyarakat untuk bertatap muka langsung menyampaikan aspirasinya. Malah mengosongkan kantor tanpa ada satu pun wakil rakyat di rumah rakyat.

"Ini sangatlah tidak lazim dilakukan oleh wakil rakyat," tegasnya.

Terkait dugaan penggelembungan APBD Lobar, disebutkan Raja Batu, bahwa ada Rp 7,5 miliar dana APBD yang luput dari pembahasan dewan. Kemudian kesemrawutan tata ruang kota kabupaten Lombok Barat. Serta tentang dugaan jual beli proyek dana aspirasi dewan.

"Kami merasa heran saja, kok bisa dana sebesar itu masuk dalam anggaran kemudian luput dari pembahasan. Seharusnya dewan sesegera mungkin memanggil eksekutif untuk klarifikasi hal tersebut, malah kami datang, dewan yang pergi," tambah Munawir.

Terpisah, menanggapi kekecewaan gabungan LSM itu, salah satu anggota DPRD Lobar dapil Gerung-Kuripan (Ketua Komisi IV DPRD Lobar), Munawir Haris, menjelaskan bahwa kegiatan kunker dewan sudah terjadwal dari sebelumnya dan merupakan bagian dari tugas.

"Kunker ini terkait dengan LKPJ dan pelepasan aset," kata Munawir Haris, yang dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya.

Menurutnya, tidak benar pihaknya (anggota DPRD Lobar) sengaja menghindar dari gabungan LSM yang ingin hearing atau bertatap muka. Bahkan ia mengaku, malam sebelumnya sudah berkoordinasi, menyampaikan untuk diatur ulang jadwal hearingnya. ‎

"Semestinya mereka bersurat ke pimpinan dewan. Kemudian nanti akan ditentukan waktu pelaksanaan hearingnya. Ini adalah dinamika politik, silahkan saja menyampaikan aspirasinya dan kami selaku wakil rakyat tentu siap menerima masukan,“ tandas Munawir Haris.

(mn-09)

^ KEMBALI KE ATAS

Top News