Menu
Selasa, 20 November 2018 | 2:22:58 pm

LIA Berubah Nama Jadi Bandara Internasional ZAM, Tokoh Sasak Angkat Bicara

Tokoh Sasak Desa Ketare Pujut, H. Lalu Muh Putrie (kanan), dan Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rachman (kiri). Tokoh Sasak Desa Ketare Pujut, H. Lalu Muh Putrie (kanan), dan Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rachman (kiri).

LOTENG - Bandar Udara Lombok Internasional Airport (LIA) resmi berubah nama menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 1421 Tahun 2018. Dalam surat Menhub item a, menimbang, dalam rangka menetapkan nama Bandar Udara Internasional nasional Zainuddin Abdul Madjid, telah didapatkan persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur, Majelis Adat Sasak serta keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional.

Surat Menhub Item b, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang penetapan perubahan nama Bandar Udara Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Perubahan nama Bandara LIA yang dulunya Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan menggunakan nama pahlawan nasional ZAM menjadi perdebatan, bahkan sempat ada penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Tidak terkecuali, penolakan juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat Sasak asal desa Ketare, kecamatan Pujut, H Lalu Moh Putrie. Ia mengatakan dengan dirubahnya nama bandara LIA menjadi Bandar Udara Internasional Zainunudin Abdul Majid, sama artinya tidak menghargai masyarakat Sasak Lombok, khususnya masyarakat lingkar bandara.

Putrie mengungkapkan selaku masyarakat sasak tidak pernah diajak musyawarah untuk menentukan perubahan nama bandara LIA menjadi ZAM.

"Kalau SK perubahan nama menjadi ZAM benar berarti itu murni keinginan mereka (Gubernur) saja," ujar Lalu Putrie, di Lombok Tengah, Kamis (6/9/2018), sembari menegaskan bahwa masyarakat Sasak tidak pernah menolak perubahan nama bandara, namun prosedur harus beretika, menghargai budaya leluhur masyarakat Sasak Lombok, dengan bermusyawarah.

Ditengah penolakan tersebut, Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rachman mengatakan telah menemui para tokoh masyarakat di lingkar bandara untuk menjamin keamanan di bandara.

"Kami sudah menemui kepala desa lingkar bandara dan para tokoh. Saat kita temui mereka sudah menjamin bandara tidak akan ada keributan dan gesekan sejak di rubah nama bandara," tegas Kapolres AKBP Kholilur Rachman.



(mn-08)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :