Menu
Senin, 24 September 2018 | 10:11:55 pm

Suhaili Bersama Ribuan Massa Istighosah, Tolak Perubahan Nama Bandara

Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, nampak dengan jempol darah mengawali penandatanganan petisi tolak perubahan nama bandara, usai melakukan istighosah di jalan Baypass desa Penujak Praya Barat, Lombok Tengah, Jumat (7/9/2018). Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, nampak dengan jempol darah mengawali penandatanganan petisi tolak perubahan nama bandara, usai melakukan istighosah di jalan Baypass desa Penujak Praya Barat, Lombok Tengah, Jumat (7/9/2018).

LOTENG - Ribuan massa, tokoh masyarakat, tokoh adat bersama Pemda Lombok Tengah melakukan sholat istighosah di jalan Baypas desa Penujak, tepat di depan Lombok Internasional Airport (LIA) yang sudah resmi berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Zainudin Abdul Madjid (ZAM).

Acara istighosah tersebut dilakukan masyarakat dan Pemda Lombok Tengah (Loteng) sebagi bentuk penolakan perubahan nama bandara.

Baca: LIA Berubah Nama Jadi Bandara Internasional ZAM, Tokoh Sasak Angkat Bicara

"Ada cara dan mekanisme dalam proses perubahan sebuah nama bandara. Tidak serta merta langsung diubah. Butuh proses panjang serta melibatkan berbagai pihak," ujar Bupati Loteng, HM Suhaili FT, dihadapan ribuan masyarakat yang datang istigosah, di lokasi tersebut, pada Jumat (7/9/2018).

Saat ini yang terjadi menurut Suhaili, adalah perubahan nama bandara tidak pro masyarakat, malah terkesan perubahan nama yang dipaksakan, terlihat dari keputusan sepihak.

"Pejabat Pemprov NTB tidak pernah sosialisasi ke Pemerintah Daerah (Pemda), apalagi komunikasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, maupun pihak lainnya yang telah berjuang dalam pembangunan Bandara.

Disamping itu juga, lanjut Suhaili, mereka tidak menghargai perjuangan masyarakat Lombok Tengah sejak dibebaskan lahan itu sampai berdirinya bandara.

"Masyarakat Lombok Tengah sudah rela tanahnya dibebaskan, mestinya itu juga yang harus dipikirkan serta dipertimbangkan," kata Suhaili.

Bupati Suhaili mengaku, sebagai bentuk penolakan pergantian nama bandara tersebut, dirinya sebagai kepala daerah telah bersurat kepada Presiden Jokowi, karena proses pergantian nama bandara tidak pernah ada komunikasi dengan Pemerintah Daerah.

“Perlu dicatat, kalau ada persoalan bandara selalu Lombok Tengah yang disalahkan. Namun, ketika pergantian nama Bandara kita di lupakan,” tegasnya.

Hari ini juga ribuan masyarakat serta para tokoh sebagai bentuk penolakan menggelar istigosah dan dilanjutkan penandatangan petisi penolakan perubahan nama bandara dilokasi dimana dulu masyarakat memperjuangkan sampai darah bercucuran untuk sebuah bandara.

(mn-08)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :