Menu
Selasa, 20 November 2018 | 2:22:52 pm

LSM Kasta NTB Gedor Dewan, Suarakan Penolakan Perubahan Nama Bandara Fitur

LSM Kasta NTB Gedor Dewan, Suarakan Penolakan Perubahan Nama Bandara

LOTENG - Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kasta NTB, mendatangi kantor DPRD Lombok Tengah guna menyuarakan keinginan masyarakat Lombok Tengah, soal penolakan perubahan nama bandara.

Kedatangan massa Kasta NTB yang diterima Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Mayuki dan Lalu Arif Rahman Hakim, serta dari Pemkab Loteng Kabag Hukum H Mutawali SH, untuk menyuarakan penolakan perubahan nama Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), karena dilakukan secara tiba tiba melalui SK Menteri Perhubangan RI.

Wing Haris, mewakili massa Kasta NTB, mengungkapkan bahwa sebagai masyarakat Lombok Tengah merasa bertanggung jawab, atas perubahan nama LIA menjadi Bandar Udara Internasional ZAM. Meraka menuding perubahan nama bandara tersebut dilakukan tanpa mekanisme oleh Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat.

"Yang harus kita pahami adalah mekanisme perubahan nama. Kita butuh sekali penyelesaian yang arif dan bijaksana, karena nama Zainudin Abdul Madjid adalah nama tokoh dan panutan kita sebagai umat muslim di Lombok ini," ujarnya.

Karena itu, kata Wing Haris, jika tidak ada juga penyelesaian melalui musyawarah oleh Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat, maka pengerahan massa menjadi jalan terakhir bagi masyarakat Lombok Tengah. Namun ia mengingatkan masyarakat Lombok Tengah tidak mengambil jalan sendiri.

Menanggapi aspirasi massa Kasta NTB, anggota DPRD Lombok Tengah Lalu Arif Rahman menegaskan bahwa apa yang disampaikan Kasta NTB, pihaknya juga secara kelembagaan lebih awal telah bergerak dan sudah bersurat ke Mentri Perhubungan.

"Kita harus tindak lanjuti agar permasalahan ini lebih jelas, sehingga tidak terlalu berpolemik di masyarakat," ujarnya.

Kabag Hukum Pemkab Lombok Tengah, Mutawali SH, juga menanggapi situasi pasca perubahan nama bandara tersebut. Pemkab sendiri, menurutnya, sudah melakukan penolakan dengan menggelar istighosah.

Saat ini juga, ungkap Mutawali, sedang dirapatkan langkah-langkah tindakan lebih lanjut dari dampak pergantian nama bandara tersebut.

"Kita berharap ada jalan serta mendapatkan langkah-langkah terbaik yang harus dilakukan. Kita menunggu, mudahan secepatnya," harapnya.

(mn-08)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :