Menu
Senin, 24 September 2018 | 10:06:05 pm

Polemik Perubahan Nama Bandara, Pimpinan DPRD NTB Akan Temui Menhub

Hearing puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Lombok dengan para pimpinan DPRD NTB, di kantor sementara DPRD NTB di Rumah Dinas Ketua DPRD NTB, di Mataram, Rabu (12/9/2018). Hearing puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Lombok dengan para pimpinan DPRD NTB, di kantor sementara DPRD NTB di Rumah Dinas Ketua DPRD NTB, di Mataram, Rabu (12/9/2018).

MATARAM - Pimpinan DPRD NTB akan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) terkait dengan perubahan nama Lombok Intetnasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Koordinasi dan komunikasi tersebut dilakukan setelah adanya aksi penolakan terhadap perubahan nama Bandar Udara Internasional Lombok atau LIA oleh massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Lombok.

Penolakan tersebut disampaikan puluhan massa secara langsung dalam hearing yang diterima oleh ketua dan dua wakil ketua DPRD NTB, di kantor sementara DPRD NTB di Rumah Dinas Ketua DPRD NTB, di Mataram, Rabu (12/9/2018).

Dalam aspirasinya puluhan massa yang dikoordinir oleh Lalu Izzi menyampaikan bahwa kehadiran mereka meminta jawaban dan pengakuan dari DPRD NTB yang konon ikut penandatangani perubahan nama BIL. Selain itu, mereka juga dengan tegas menyatakan penolakan terhadap perubahan nama BIL atau LIA.

"Kami datang ingin menyampaikan aspirasi dari berbagai elemen, bahwa dengan tegas menolak pergantian nama BIL," ucap Izzi dalam hearing itu, yang juga dihadiri oleh pembina Majelis Adat Sasak (MAS), Drs H Lalu Azhar.

Menanggapi aspirasi didalam hearing tersebut, Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaida, mengaku pihaknya ada diminta surat dukungan, namun bukan surat persetujuan pergantian nama BIL atau LIA itu.

Karena itu lanjut Baiq Isvie, dengan adanya aspirasi ini pimpinam dewan akan komunikasikan dengan Menteri Perhubungan karena pergantian nama bandara ada kesalahan prosedur.

"Kami akan berkomunikasi dengan Memteri Perhubungan, bahwa ada konflik horizontal dan kami akan komunikasikan pula dengan gubenur bahwa ada timbul praksi-praksi ditengah masyarakat terkait pergantian nama bandara," ucap Baiq Isvie.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, kata Baiq Isvie, direncanakan pada Senin depan bersama dengan Kadis Perhubungan NTB akan ke Jakarta dan Selasa-nya bertemu dengan Menteri Perhubungan.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :