Menu
Kamis, 16 Agustus 2018 | 5:44:19 pm

TGB dan Dr Zul Boncengan Motor Tinjau Penanganan Korban Gempa di Lombok Utara

Gubernur NTB TGB. M. Zainul Majdi dan Gubernur NTB terpilih, Dr. Zulkieflimansyah berboncengan menggunakan sepeda motor, guna meninjau korban gempa di Kabupaten Lombol Utara, Rabu (8/8/2018). Gubernur NTB TGB. M. Zainul Majdi dan Gubernur NTB terpilih, Dr. Zulkieflimansyah berboncengan menggunakan sepeda motor, guna meninjau korban gempa di Kabupaten Lombol Utara, Rabu (8/8/2018).

LOMBOK - Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan Gubernur NTB terpilih Dr. Zulkieflimansyah, meninjau langsung korban bencana gempa 7 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu kemarin.

TGB dan Dr Zul, rela berboncengan motor demi menyapa dan memberikan bantuan kepada korban, serta memastikan proses penanganan korban pasca gempa berjalan baik.

Berdasarkan pantauannya, pada Rabu (8/8/2018), Pemerintah masih fokus melakukan evakuasi terhadap korban. Terutama korban yang masih tertimpa reruntuhan, baik reruntuhan rumah maupun bangunan lain yang roboh.

Fokus tersebut adalah melanjutkan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan di Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-lading Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Puskesmas Tanjung, Masjid Jamiul Jamaah di Desa Bangsal Kecamatan Pemenang, beberapa tempat di Kecamatan Gangga dan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Untuk evakuasi terdapat 18 alat berat, 4 anjing pelacak, dan personil SAR. Tambahan alat berat dalam perjalanan dikirim dari Bali, daerah sekitar Lombok dan milik swasta.

Upaya lain yang dilakukan adalah memperbanyak dapur umum, dapur lapangan dan distribusi logistik. Yaitu dengan mendirikan dapur umum oleh TNI, POLRI, Tagana, BPBD Jawa Tengah, NGO ke daerah-daerah terdampak, khususnya di Lombok Utara dan Lombok Barat. Untuk mendukung dapur tersebut, Pemerintah mengeluarkan 100 ton beras dari Depo Logistik (Dolog), Dinas Sosial, dan BPBD NTB. Pengadaan logistik yang diambil dari wilayah Lombok tersebut untuk mendukung perputaran ekonomi.

Untuk sumber daya listrik, pemerintah telah berusaha memulihkan listrik yang padam oleh 13 tim PLN. Listrik sudah menyala di Kec. Tanjung, Lombok Utara. Perbaikan listrik di sepanjang daerah Tanjung menuju Pemenang, Lombok Utara berlangsung selama 2-3 hari.

Basarnas telah melakukan penyisiran di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno dari udara dan darat dan distribusi tenda (Keluarga, pengungsi, dapur umum). Melalui aparat keamaan, telah dilakukan Patroli keamanan untuk mengamankan perumahan.

Untuk sementara, sekolah masih diliburkan di Lombok Utara dan Lombok Barat. pemerintah juga telah meningkatkan pelayanan kesehatan, yang bekerjasama dengan KRI dr. Soeharso, yang saat ini sudah sandar di Lombok Utara pada (7/8/2018) pukul 19.45 WIB dan sudah melayani pasien. Selain itu, pemerintah mendapat dukungan kesehatan dari Kapal RS Apung Prabu Airlangga, yang saat ini masih dalam perjalanan ke Lombok Utara.

Untuk Rumah Sakit Lapangan saat ini, telah didirikan oleh TNI berupa RS Yonkes 1 di Sembalun, Lombok Timur, RS Yonkes 2 di Lombok Utara oleh Marinir dan Kostrad, Rumah Sakit dan Puskesmas.

Untuk pendataan bangunan perumahan yang rusak, pemerintah masih melakukan verifikasi rumah rusak oleh Dinas PU dan BPBD. Termasuk perbaikan telekomunikasi di Tanjung dan Gili Trawangan sudah dijangkau 3G dan 4G. untuk persediaan air bersih, telah dibangun sumur bor, hydran, dan MCK di lokasi pengungsian. Upaya lain adalah mendirikan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) di Kec. Tanjung, Lombok Utara dengan Dansatgas Danrem.

(hms-ntb/mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS